UNTAG Surabaya Segera Canangkan Blended Learning
![]() |
| Sumber Foto: Dok.Humas Untag Sby |
Hal senada disampaikan oleh Kepala Direktorat Sistem Informasi YPTA Surabaya-Supangat, S.Kom.,MM.Kom. Hal ini mengingat blended learning memberikan platform untuk menyelenggarakan perkuliahan tanpa tatap muka, tetapi tetap menggunakan interaksi melalui aplikasi Edmodo. Lebih lanjut Supangat menjelaskan bahwa Edmodo memudahkan penggunanya, misalnya dengan fitur open source dan user friendly sehingga bisa diakses oleh siapa pun. Apalagi tidak membebani kapasitas penyimpanan ponsel pintar karena semua telah ditampung oleh aplikasi ini. “Tidak hanya itu, Edmodo sudah berbasis android jadi bisa tanpa laptop. Kapan pun dan di mana pun dosen bisa membuat rencana perkuliahan selama 1 semester. Soal ujian pun bisa dibuat secara random sehingga mahasiswa mendapat soal yang berbeda. Ini bisa meminimalisir upaya contek mencontek,” terang Supangat.
Keunggulan blended learning dipertegas oleh Dr. Nanis Susanti, MM.-Kepala Badan Penjaminan Mutu, “Kita sudah berada di pendidikan jarak jauh generasi ke-5. Konsepsi tentang dosen memberi materi dan mahasiswa belajar sendiri itu salah. Ternyata harus ada interaksi. Blended learning inilah jawabannya.” Menurut Nanis, sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan. Perlu peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan guna menghadapi tantangan sesuai tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional dan global. “Dalam blended learning ini mengimplementasikan pendidikan jarak jauh. Ini merupakan inovasi bidang pendidikan abad 21 yang menyelenggarakan pendidikan dengan jangkauan lintas ruang dan waktu yang luas. Perlu diingat bahwa pendidikan jarak jauh menekankan pembelajaran bukan pengajaran,” tukasnya. (um/aep)
| www.untag-sby.ac.id |

Komentar
Posting Komentar