Pengaruh Pemberdayaan, Budaya Masyarakat dan Tingkat Pendidikan terhadap Kesejahteraan Rumah Tangga Miskin (RTM)

Syahril Effendi akhirnya resmi menyandang gelar Doktor bidang Ilmu Ekonomi dari program studi Doktor Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNTAG Surabaya. Ia mampu mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengaruh Pemberdayaan, Budaya Masyarakat dan Tingkat Pendidikan Kepala Rumah Tangga Miskin Pada Modal Sosial dan Aksesibilitas Informasi Serta Dampaknya Terhadap Kesejahteraan Rumah Tangga Miskin Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau” didepan tim penguji, Rabu (09/1). Ujian yang bertempat di Meeting Room, Gedung Graha Wiyata lantai 1, UNTAG Surabaya tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UNTAG Surabaya, Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA., CPA.

Dosen prodi Akuntansi Universitas Putera Batam tersebut menerangkan bahwa kesejahteraan masyarakat menunjukkan ukuran hasil pembangunan masyarakat dalam mencapai kehidupan yang lebih baik. “Ada lima pengaruh dalam kesejahteraan masyarakat, yaitu, pengaruh pemberdayaan, pengaruh budaya masyarakat, pengaruh tingkat pendidikan kepala RTM, pengaruh modal sosial dan pengaruh aksesibiltas informasi,” tambahnya.

Penelitian dengan menggunakan model analisis Structural Equation Model (SEM) dan metode proporsional purposive sampling ini mengambil populasi penelitian di 2 kecamatan kota Batam dengan jumlah 36.103 Rumah Tangga Miskin.

Dalam hasil penelitiannya, laki-laki kelahiran Padang ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan masyarakat berpengaruh signifikan terhadap modal sosial dan aksesibiltas informasi. Tingkat pendidikan kepala RTM juga berpengaruh signifikan terhadap modal sosial dan aksesibiltas informasi. Sedang aksesibiltas informasi berpengaruh terhadap kesejahteraaan RTM.

“Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, saya menyarankan agar pemerintah Kota Batam mengoptimalkan dinas terkait seperti Dinas Bina Marga, Dinas Pemukiman dan Dinas Tata Kota dalam memenuhi target pemerataan jalan. Selain itu juga disarankan untuk membuat kebijakan tentang pemerataan pembangunan untuk lebih adil bagi kecamatan yang mempunyai RTM terbesar,” tuturnya.

Syahril Effendi juga turut memberi saran kepada Kepala Pengelola Organisasi Kemasyarakatan bentukan pemerintah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) disarankan berkaitan dengan pelaksanaan, peran dan kontribusi LSM yang merupakan organisasi kemasyarakatan diluar bentukan pemerintah. “Pinjaman Dana Bergulir merupakan salah satu pilihan dari berbagai alternatif kegiatan untuk menanggulangi kemiskinan. Prinsip pengelolaan pemanfaatan dana pinjaman bergulir 100% harus warga miskin yang tercantum dalam daftar RTM dan harus dimanfaatkan untuk kepentingan produktif yang dapat meningkatkan pendapatan dan atau kesejahteraan RTM,” terangnya. (ua/aep)

www.untag-sby.ac.id 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

FEB Lakukan Penandatanganan Kerjasama dengan 5 Perguruan Tinggi Internasional